Sabtu, 18 Februari 2012

penyakit didunia

Peta Penyakit di Indonesia

Ditulis oleh Sibungsu dan telah dikomentari sebanyak 83 buah
Departemen Kesehatan Republik Indonesia patut bangga, terutama menterinya yang seorang perempuan, Siti Fadilah Supari, karena telah rampungnya Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang menelan biaya Rp. 120 milyar. Riset yang melibatkan 502 orang peneliti dan 5.619 tenaga pencacah ini dianggap menghasilkan data lengkap mengenai kondisi kesehatan di Indonesia. Data ini berisi prevalensi (jumlah keseluruhan kasus penyakit yang terjadi pada suatu kurun waktu di suatu wilayah – kamus KBBI) hampir semua penyakit di 33 provinsi dan 440 kabupaten/kota di Indonesia.

Dalam Riskesdas ini, samplingnya mencapai 536.096 rumah tangga dengan 2.107.887 anggota keluarga. Dari jumlah tersebut, yang diwawancarai sebanyak 279.000 orang dari 280.000 rumah tangga. Selain mendata lewat pengisian kuesioner, pengumpulan data juga dilakukan melalui pemeriksaan darah, urine dan tekanan darah. Tetapi pemeriksaan tersebut tidak dilakukan kepada semua responden.

Salah satu hasil riset kesehatan dasar ini adalah diperolehnya gambaran tentang penyakit yang bakal mendominasi di masa mendatang. Penyakit tidak menular seperti hipertensi, menempati prevalensi tertinggi secara nasional dengan angka 31,7%, disusul penyakit sendi (30,3%) dan Infeksi Saluran Pernafasan Akut – ISPA (25,5%). Diare hanya 9%. Sementara itu, penyakit-penyakit yang tergolong berat seperti hepatitis, jantung, diabetes, dan tumor masih kecil. Prevalensi jantung hanya 7,2%, stroke 6,0%, diabetes melitus 1,1% dan tumor 4,3%.

Fenomena menarik lainnya, hipertensi memiliki prevalensi lebih tinggi dari jantung. Prevalensi hipertensi nasonal rata-rata 31,7%. Yang tertinggi dimiliki Jawa Timur (37,4%), sedangkan yang terendah di Papua Barat. Sumatera Barat yang selama ini warganya mengkonsumsi makanan bersantan, punya prevalensi 31,2%.

Prevalensi penyakit jantung sebesar 7,2%. Namun bila dilihat per provinsi, Sumatera Barat memiliki prevalensi 11,6%, NAD 12,6%, Sulawesi Selatan 9,4%, dan Sulawesi Tengah 11,8%. Sedangkan Jakarta hanya 8,1%. Angka ini cukup mengejutkan karena selama ini penyakit jantung dianggap sebagai penyebab utama kematian.



Ada 83 buah komentar untuk Peta Penyakit di Indonesia

  1. 14 Februari 2009

    #1 dinakhatrin berkomentar :

    BUkan karena menkesnya seorang perempuan..tp memang bu menkes itu sebelum jadi menteri, dia memang seorang peneliti (di Harkit), boleh dibilang dia jarang praktek tapi lebih seringnya penelitian
  2. 22 Februari 2009

    #2 mayulnang berkomentar :

    yuppp...benar!
    seharusnya antara penelitian dgn praktek di lapangan tu harus seimbang:)
  3. 20 September 2011

    #3 Carroll Hammerlund berkomentar :

    I would like to thnkx for your efforts you've place in producing this web site. I'm hoping the same high-grade website publish from you in the upcoming as well. In fact your creative composing abilities has inspired me to acquire my own web site now. Actually the running a blog is spreading its wings quickly. Your write up can be a excellent example of it.

  4. 20 September 2011

    #4 Arlie Karper berkomentar :

    Hello, I believe your internet site may be getting browser compatibility problems. When I appear at your internet site in Safari, it appears great but when opening in Net Explorer, it's some overlapping. I just wished to provide you with a fast heads up! Other then that, great weblog!

  5. 21 September 2011

    #5 Dannie Bendick berkomentar :

    he weblog was how do i say it… relevant, finally something that helped me. Many thanks

  6. 22 September 2011

    #6 Jamal Mumma berkomentar :

    These are yours alright! . We at the least must get these individuals stealing photos to start out running a blog! They possibly just did a picture investigation and grabbed them. They search great although!


    Penyakit

    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    Langsung ke: navigasi, cari
    Penyakit adalah suatu keadaan abnormal dari tubuh atau pikiran yang menyebabkan ketidaknyamanan, disfungsi atau kesukaran terhadap orang yang dipengaruhinya. Untuk menyembuhkan penyakit, orang-orang biasa berkonsultasi dengan seorang dokter.
    Patologi adalah pelajaran tentang penyakit. Subyek pengklasifikasian sistematik penyakit disebut nosologi. Badan pengetahuan yang lebih luas tentang penyakit adalah kedokteran.

    Klasifikasi

    Penyakit menular

    Penyakit yang disebabkan oleh kuman yang menyerang tubuh manusia. Kuman dapat berupa virus, bakteri, amuba, atau jamur.
    Beberapa jenis penyakit yang menular:
  7. Anthrax
  8. Beguk
  9. Batuk rejan (pertusis)
  10. Beri-beri
  11. Cacingan
  12. Cacar Air (varicella)
  13. Campak
  14. Chikungunya
  15. Demam campak
  16. Demam berdarah
  17. Demam kelenjar
  18. Diare
  19. Disentri Amuba
  20. Eritema infektiosum (Parvovirus B19)
  21. Hepatitis A
  22. Hepatitis B
  23. Hepatitis C
  24. Impetigo
  25. Influenza
  26. Kolera
  27. Lepra
  28. Malaria
  29. Penyakit Meningokokus
  30. Penyakit tangan, kaki dan mulut
  31. Rabies
  32. Radang lambung dan usus
  33. Rubeola
  34. Rubella
  35. Tetanus
  36. Tuberkulosis
  37. Kutu
  38. Konjungtivitis
  39. Kurap
  40. Kudis
  41. Skarlatina
  42. Flu Burung
  43. HIV

Penyakit Tidak Menular

Penyakit yang tidak disebabkan oleh kuman, tetapi disebabkan karena adanya problem fisiologis atau metabolisme pada jaringan tubuh manusia. Penyakit-penyakit tersebut contohnya ialah; batuk, seriawan, sakit perut, dan sebagainya.

Penyakit Kronis

Penyakit yang berlangsung sangat lama. Beberapa penyakit kronis yang sering menyebabkan kematian kepada si penderitanya antara lain:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar