Peta Penyakit di Indonesia
Ditulis oleh Sibungsu dan telah dikomentari sebanyak 83 buah
Departemen Kesehatan Republik Indonesia patut bangga,
terutama menterinya yang seorang perempuan, Siti Fadilah Supari, karena
telah rampungnya Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang menelan biaya
Rp. 120 milyar. Riset yang melibatkan 502 orang peneliti dan 5.619
tenaga pencacah ini dianggap menghasilkan data lengkap mengenai kondisi
kesehatan di Indonesia. Data ini berisi prevalensi (jumlah
keseluruhan kasus penyakit yang terjadi pada suatu kurun waktu di suatu
wilayah – kamus KBBI) hampir semua penyakit di 33 provinsi dan 440
kabupaten/kota di Indonesia.
Dalam Riskesdas ini, samplingnya mencapai 536.096 rumah tangga dengan 2.107.887 anggota keluarga. Dari jumlah tersebut, yang diwawancarai sebanyak 279.000 orang dari 280.000 rumah tangga. Selain mendata lewat pengisian kuesioner, pengumpulan data juga dilakukan melalui pemeriksaan darah, urine dan tekanan darah. Tetapi pemeriksaan tersebut tidak dilakukan kepada semua responden.
Salah satu hasil riset kesehatan dasar ini adalah diperolehnya gambaran tentang penyakit yang bakal mendominasi di masa mendatang. Penyakit tidak menular seperti hipertensi, menempati prevalensi tertinggi secara nasional dengan angka 31,7%, disusul penyakit sendi (30,3%) dan Infeksi Saluran Pernafasan Akut – ISPA (25,5%). Diare hanya 9%. Sementara itu, penyakit-penyakit yang tergolong berat seperti hepatitis, jantung, diabetes, dan tumor masih kecil. Prevalensi jantung hanya 7,2%, stroke 6,0%, diabetes melitus 1,1% dan tumor 4,3%.
Fenomena menarik lainnya, hipertensi memiliki prevalensi lebih tinggi dari jantung. Prevalensi hipertensi nasonal rata-rata 31,7%. Yang tertinggi dimiliki Jawa Timur (37,4%), sedangkan yang terendah di Papua Barat. Sumatera Barat yang selama ini warganya mengkonsumsi makanan bersantan, punya prevalensi 31,2%.
Prevalensi penyakit jantung sebesar 7,2%. Namun bila dilihat per provinsi, Sumatera Barat memiliki prevalensi 11,6%, NAD 12,6%, Sulawesi Selatan 9,4%, dan Sulawesi Tengah 11,8%. Sedangkan Jakarta hanya 8,1%. Angka ini cukup mengejutkan karena selama ini penyakit jantung dianggap sebagai penyebab utama kematian.
Dalam Riskesdas ini, samplingnya mencapai 536.096 rumah tangga dengan 2.107.887 anggota keluarga. Dari jumlah tersebut, yang diwawancarai sebanyak 279.000 orang dari 280.000 rumah tangga. Selain mendata lewat pengisian kuesioner, pengumpulan data juga dilakukan melalui pemeriksaan darah, urine dan tekanan darah. Tetapi pemeriksaan tersebut tidak dilakukan kepada semua responden.
Salah satu hasil riset kesehatan dasar ini adalah diperolehnya gambaran tentang penyakit yang bakal mendominasi di masa mendatang. Penyakit tidak menular seperti hipertensi, menempati prevalensi tertinggi secara nasional dengan angka 31,7%, disusul penyakit sendi (30,3%) dan Infeksi Saluran Pernafasan Akut – ISPA (25,5%). Diare hanya 9%. Sementara itu, penyakit-penyakit yang tergolong berat seperti hepatitis, jantung, diabetes, dan tumor masih kecil. Prevalensi jantung hanya 7,2%, stroke 6,0%, diabetes melitus 1,1% dan tumor 4,3%.
Fenomena menarik lainnya, hipertensi memiliki prevalensi lebih tinggi dari jantung. Prevalensi hipertensi nasonal rata-rata 31,7%. Yang tertinggi dimiliki Jawa Timur (37,4%), sedangkan yang terendah di Papua Barat. Sumatera Barat yang selama ini warganya mengkonsumsi makanan bersantan, punya prevalensi 31,2%.
Prevalensi penyakit jantung sebesar 7,2%. Namun bila dilihat per provinsi, Sumatera Barat memiliki prevalensi 11,6%, NAD 12,6%, Sulawesi Selatan 9,4%, dan Sulawesi Tengah 11,8%. Sedangkan Jakarta hanya 8,1%. Angka ini cukup mengejutkan karena selama ini penyakit jantung dianggap sebagai penyebab utama kematian.
14 Februari 2009
#1 dinakhatrin berkomentar :
22 Februari 2009
#2 mayulnang berkomentar :
seharusnya antara penelitian dgn praktek di lapangan tu harus seimbang:)
20 September 2011
#3 Carroll Hammerlund berkomentar :
20 September 2011
#4 Arlie Karper berkomentar :
21 September 2011
#5 Dannie Bendick berkomentar :
22 September 2011
#6 Jamal Mumma berkomentar :
Penyakit
Patologi adalah pelajaran tentang penyakit. Subyek pengklasifikasian sistematik penyakit disebut nosologi. Badan pengetahuan yang lebih luas tentang penyakit adalah kedokteran.
Klasifikasi
Penyakit menular
Penyakit yang disebabkan oleh kuman yang menyerang tubuh manusia. Kuman dapat berupa virus, bakteri, amuba, atau jamur.Beberapa jenis penyakit yang menular: